Harga Pangan Jelang Ramadan: Beberapa Komoditas Turun, Cabai dan Minyak Goreng Naik

Jakarta – Menjelang pekan pertama Ramadan, harga pangan nasional mengalami fluktuasi. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, pada Kamis (28/2/2025), sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, sementara beberapa lainnya justru mengalami kenaikan.

 

Sejumlah bahan pangan yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, bawang putih, beras, daging ayam, dan gula pasir. Harga bawang merah ukuran sedang turun 0,41% menjadi Rp36.850 per kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang turun 1,33% menjadi Rp44.350 per kg.

 

Komoditas beras juga mengalami penurunan harga, khususnya pada kualitas bawah I dan II, yang masing-masing turun 3,2% dan 3,26% menjadi Rp13.600 per kg dan Rp13.350 per kg. Beras kualitas medium I turun 0,65% menjadi Rp15.250 per kg, sementara kualitas medium II justru mengalami kenaikan 0,66% menjadi Rp15.300 per kg. Penurunan harga juga terjadi pada beras kualitas super I dan II yang masing-masing turun 5,99% dan 5,56% menjadi Rp15.700 per kg dan Rp15.300 per kg.

 

Sementara itu, harga daging ayam ras segar turun 4,55% menjadi Rp34.650 per kg, dan telur ayam ras segar mengalami penurunan 4,46% menjadi Rp28.950 per kg. Gula pasir kualitas premium dan lokal juga turun, masing-masing 3,83% dan 3,49%, dengan harga Rp18.850 dan Rp17.950 per kg.

 

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama cabai dan minyak goreng. Harga cabai merah keriting naik 0,64% menjadi Rp55.350 per kg, cabai rawit hijau melonjak 8,83% menjadi Rp66.940 per kg, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 10,75% menjadi Rp82.450 per kg. Sementara itu, cabai merah besar justru turun 2,02% menjadi Rp53.350 per kg.

 

Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi, di mana daging sapi kualitas I naik 1,55% menjadi Rp140.650 per kg, dan kualitas II naik 6,38% menjadi Rp138.450 per kg. Selain itu, minyak goreng curah mengalami lonjakan harga sebesar 6,42% menjadi Rp19.900 per kg, dan minyak goreng kemasan bermerk I naik 7,01% menjadi Rp23.650 per kg.

 

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengambil langkah antisipatif dengan merencanakan operasi pasar dalam skala besar. Pemerintah menargetkan stabilisasi harga untuk komoditas utama seperti daging, gula pasir, dan minyak goreng.

 

Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Pertanian pada Senin (17/2/2025), Amran menegaskan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah juga terus memantau situasi harga untuk memastikan stabilitas pasar.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut menyoroti tren kenaikan harga di berbagai daerah. Ia mencatat bahwa harga minyak goreng mengalami kenaikan di 166 kota/kabupaten, sementara gula pasir naik di 148 kota/kabupaten. Bima menginstruksikan kepala daerah untuk segera menelusuri penyebab kenaikan tersebut, baik dari sisi produksi maupun distribusi, serta menggelar operasi pasar guna menekan harga.

 

Pemerintah optimistis bahwa langkah-langkah strategis yang diambil dapat menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Array
Related posts